Jumat, 02 Januari 2015

SABAR KETIKA SAKIT


Sabar & Syukur. Kesabaran mutlak diperlukan dalam menjalani kehidupan ini, termasuk ketika kita didera sakit. Dunia ini didesain oleh Allah sebagai gudangnya ujian bagi manusia. Tanpa kesabaran, mustahil kita dapat lulus dari ujian tersebut.
Seorang pasian gagal ginjal, misalnya, mutlak harus memiliki kesabaran selama hidupnya. Ia mesti sabar menjalani terapi rutin cuci darah dua kali dalam seminggu meskipun hal itu harus dijalaninya seumur hidup. Jika tidak memiliki kesabaran, mungkin ia akan memilih mogok cuci darah karena merasa terapi tersebut tidak ada ujungnya.
Kesabaran diperlukan tidak hanya sebagai bentuk ikhtiar agar kondisi kita semakin baik. Lebih dari itu, kesabaran akan membuat hati menjadi lapang. Sabar juga akan membuat kita seperti selalu dekat dengan Allah SWT dan mendapatkan pahala tanpa batas.
Dalam salah satu firman-Nya disebutkan,”Hai orang-orang yang beriman,jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS al-Baqarah:153)
Sabar & Syukur. Di antara faktor yang menjadikan orang bersabar adalah adanya keyakinan bahwa jalan keluar dan pertolongan Allah pasti datang. Setelah kesempitan pasti ada kelapangan, keyakinan ini sedikitnya akan meringankan penderitaan ketika kita didera sakit.
Bagaimana agar kesabaran kita bisa meringankan penderitaan? Yang pertama, kita harus yakin bahwa sakit yang menimpa kita tidak seberapa jika dibandingkan dengan segala nikmat pemberian Allah SWT. Bagi pasien gagal ginjal. Misalnya sadarilah bahwa masih banyak nikmat yang lain yang bisa kita rasakan.
Kedua, hibur diri kita dengan orang lain yang senasib dengan kita. Menghibur diri dengan musibah-musibah orang lain termasuk salah satu cara jitu untuk mengurangi kesedihan dan meringankan penderitaan. Ketiga, anggaplah enteng penyakit yang menimpa kita. Jangan mendramatisasi penyakit yang ada. Jika mau jujur, permasalahan yang terjadi didalam hidup kita adalah hasil dari dramatisasi yang dilakukan oleh kita sendiri, kekhawatiran kita sendiri, dan kepanikan kita sendiri .Ternyata, semua itulah yang membuat kita menjadi merasa tertekan dan menderita.
Sabar & syukur. Karena itu, kendalikan diri sebisa mungkin agar terhindar dari sikap mendramatisasi masalah yang sedang terjadi. Janganlah larut dalam jebakan-jebakan sikap yang mempersulit diri sendiri. Karena, sikap sikap seperti itulah yang akan semakin memperbesar kesulitan dan penderitaan di dalam diri.
Ingatlah firman Allah SWT, “Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya.” (QS Al-Baqarsh:286).


***)yadin burhanudin

Kamis, 01 Januari 2015

KUNCI AJAIB DOA


 KUNCI  AJAIB DOA

KUNCI  AJAIB  DOAKunci Ajaib Doa
Hidayah, keyakinan, takwa.    Pertannyaan  yang mungkin selalu ada tentang doa. Pada intinya tentang doa di Multazam dan Raudhah, yang menurut  para ulama “tempat-tampat  tersebut termasuk tempat yang mustajabah,”
 Berdoa hakikatnya melaksanakan perintah Allah. Allah berfirman, "Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah (kalian) kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan’" (QS Ghafir [40] : 60). Ayat ini menjelaskan tentang kewajiban kita berdoa, dan tentang hak Allah mengabulkan doa hamba-Nya.
 Sudah barang tentu, kita seharusnya melaksanakan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya. Sedangkan perkara hak Allah, yakni apakah akan mengabulkan doa kita atau tidak, sebaiknya kita serahkan sepenuhnya kepada-Nya.
 Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tidaklah seorang Muslim berdoa, (sepanjang) tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahim, niscaya Allah akan mengabulkan doanya itu dengan tiga kemungkinan. Dikabulkan-Nya di dunia, dikabulkan-Nya di akhirat, dan dihindarkan-Nya keburukan darinya sesuai dengan doanya. Seorang sahabat bertanya, "Kalau begitu, kita harus memperbanyak doa? Rasulullah menjawab, "Allahu Akbar/Allah Maha Besar"  (HR Bukhari dalam Adab al-Mufrad).   
Hidayah, keyakinan, takwa.     Oleh sebab itu, yang terpenting bagi kita adalah mengetahui definisi doa, syarat-syarat berdoa, dan adab-adabnya dengan sebaik-baiknya. Doa yaitu menampakkan kerendahan diri kepada Allah seraya mengajukan permohonan, mengharap kebaikan yang ada di sisi-Nya, mengharap terkabulnya keinginan, dan selamat dari hal-hal yang mengkhawatirkan.
 Ibnu Qayyim menjelaskan, "doa termasuk obat yang paling mujarab karena doa musuh bala bencana, menghadangnya dan mengobatinya, menghalangi turunnya dan menghilangkannya atau meringankannya, dan doa adalah senjata orang yang beriman."
 Doa Anda ingin dijawab? Berdoalah kepada Allah semata-mata. Janganlah sekali-kali berdoa kepada selain Allah. Bertawasullah kepada-Nya dengan tawasul yang sesuai syariat. Berbaik sangkalah kepada-Nya. Janganlah tergesa-gesa ingin dikabulkan. Selain itu, makanlah makanan (juga minumlah minuman)yang halal dan baik.
Tak kalah penting; berdoalah sambil bersimpuh, mulailah dengan memuji-Nya, bershalawatlah kepada nabi dan rasul-Nya, bersucilah dari hadas dan najis, menghadaplah ke arah kiblat, angkatlah kedua tanganmu, rendahkanlah suaramu, dan seterusnya. Wallahu a’lam. ¦



***) Republika.

MEMULIAKAN GURU, MEMULIAKAN ILMU


Pendidikan,  takwa.      Tersebutlah seorang ulama yang disegani bahkan oleh penguasa ketika itu. Ia adalah Fakhruddin al-Arsabandi. Dalam ketenarannya, ia mengungkap sebuah rahasia atas rahmat Allah yang luar biasa didapatkannya. “Aku mendapatkan kedudukan yang mulia ini karena berkhidmat (melayani) guruku, “ujar sang Imam.
Ia menuturkan,  khidmat yang dia berikan kepada gurunya Imam Abu Zaid ad-Dabbusi, bak seorang budak kepada majikan. Ia pernah memasakkan makanan untuk gurunya selama 30 tahun tanpa sedikit pun mencicipi makanan yang disajikannya.
Begitulah cara orang-orang terdahulu mendapatkan keberkahan ilmu dari memuliakan gurunya. Mencintai ilmu berarti mencintai orang yang menjadi sumber ilmu. Menghormati ilmu berarti harus menghormati pula orang yang memberi ilmu. Itulah guru. Tanpa pengajaran guru, ilmu tak akan pernah bisa didaptkan oleh si murid.
Berbeda dengan sesuatu yang bersifat nasihat. Nasihat tak perlu memandang dari mulut siapa keluarnya. Berlakulah di sana pepatah Arab, unzur ma Qala wala tanzar man qala (lihatlah kepada apa yang dikatakan, jangan melihat siapa yang mengatakannya). Namun, bagi ilmu-ilmu Islam sejenis tafsir, hadis, akidah, dan cabang ilmu sejenisnya, perlu diperhatikan dari siapa si murid menerimanya. Inilah yang dipesankan Muhammad bin Sirin, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka lihatlah dari siapa engkau mengambil agamamu.”
Fakhruddin al-Arsabandi benar-benar memperhatikan sang guru sebagai tempat ia mengambil ilmu. Ia tak ubahnya seperti budak di hadapan gurunya. Hal yang sama juga ditunukkan oleh Ali bin Abi Thalib RA yang pernah mengatakan, “Siapa yang pernah mengajarkan aku satu huruf saja, maka akan siap menjadi budaknya.”
Pendidikan, takwa.        Lantas seperti apakah penghormatan para pelajar saat ini kepada guru mereka? Petuah ilmu yang diberikan guru hanya bak angin lalu. Guru tak perlu didengarkan atau dituruti. Take it, Or leave it. Tak masalah jika tak menuruti arahan dari guru. Ibarat kata pepatah, “Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.”
Mengapa para guru dipandang sedemikian rendah oleh anak bangsa saat ini? Mungkin, mereka tidak merasakan kebermanfaatan ilmu yang mereka pelajari. Atau, model pembelajaran yang tidak dimulai dari bab Adabu Mu’alim wa Muta”allim. Atau kesalahan juga terdapat pada guru yang punya orientasi materi. Ilmu hanya sebatas seremonial dan dihargai dengan uang. Semua bercampur aduk kemudian melahirkan sebuah model pendidikan yang rusak.
Guru pada umumnya tidak meminta untuk dihormati oleh si murid. Namun, orang yang sadar bahwa dirinya seorang muridlah yang harusnya tahu diri untuk menghormati gurunya. Si Murid harus memahami, tak ada kesuksesan yang ia raih tanpa ada peran seorang guru. Ia tak akan mampu melakukan apa pun, jika gurunya tak mengajarinya membaca. Ia pasti akan jauh dengan agama, jika gurunya tak mengenalkannya dengan aksara Alquran.

Pendidikan, takwa.       Membalas kebaikan guru merupakan suatu kewajiban bagi murid. Sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam firman Nya, “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah terbuat baik kepadamu.” (QS al-Qashash 22:7). Seorang murid harus berfikir, ilmu yang bermanfaat yang diajarkan guru merupakan pahala yang tak pernah putus di sisi Allah. Ia akan terus mengalir kepada si guru selama ilmu tersebut terus diajarkan dan diamalkan. Itulah kewajiban si murid untuk mengembangkannya dan kemudian mengamalkannya.

ARISAN HAJI


Keyakinnan,       Siapa yang tak kenal arisan di masyarakat, mulai arisan motor,arisan haji. Motifnya, dari ingin mengumpulkan uang demi membeli sesuatu, hingga hanya ajang kumpul-kumpul bersosialisasi. Dalam kamus arisan berarti kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang, kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya. Undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya.
Arisan kini juga menyasar orang orang yang ingin naik haji. Sistem arisan memungkinkan setiap orang bisa memberangkatkan anggotanya naik haji dengan uang hasil arisan, hingga semua anggotanya naik Haji. Dengan makin panjangnya daftar antrean haji, sistem arisan haji kian diminati. Dengan uang iuran yang kecil, bisa mendaftar haji dengan dana talangan kelompok arisan. Lalu, bagaimana hukumnya naik haji dengan uang arisan?
Majelis Tarjih Muhammadiyah mengungkapkan, orang yang diwajibkan haji adalah orang yang memiliki kemampuan, baik dari segi fisik, kesempatan, maupun harta. Definisi harta adalah mampu membiayai perjalanan ke Tanah Suci dan membiayai keluarga yang  ditinggalkan selama haji. Harta yang digunakan pun harus yang halal.
Keyakinan.       Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda “Apabila berangkat seseorang untuk menunaikan haji dengan nafkah yang baik pada waktu meletakan kakinya pada kendaraan dan menyeru talbiah, seorang dari langit mengundangnya, “Engkau telah memenuhi panggilan dan engkau telah berbahagia, bekalmu halal dan  perlengkapanmu halal, hajimu termasuk mabrur.” (HR Thabarany)
Haji dari uang arisan masih menjadi perbincangan di kalangan ulama. Pada dasarnya, arisan masuk dalam kategori muamalah. Arisan tidak disinggung langsung dalam alquran dan sunah.     
Sesuai dengan hukum asal muamalah. Sesuai dengan hukum asal muamalah, hukum arisan boleh
atau mubah. Majelis Tarjih Muhammadiyah memandang. Jika arisan haji dilaksanakan sidikit orang yang memiliki penghasilan tertentu dan jaminan yang kokoh untuk menyelesaikan kewajibannya maka hal tersebut tidak masalah. Lain halnya jika arisan tersebut dilakukan banyak orang, misalnya, 50 orang dengan membayar iuran dengan jumlah tertentu. Yang dikhawatirkan dari jumlah banyak adalah lamanya untuk memberangkatkan semua anggota arisan.
Jika satu tahun memberangkatkan satu orang, diperlukan 50 tahun untuk semua anggota arisan bisa berhaji. Dikhawatirkan, waktu yang lama ini akan membawa kesulitan, misalnya, iuran macet. Keadilan akan sukar diperoleh antara yang mendapat giliran awal dan giliran akhir, termasuk  jika terjadi macet.
Intinya, setiap anggota arisan harus memiliki kemampuan untuk membayar atau mengembalikan pinjaman hasil arisan ketika sudah naik haji. Haji adalah ibadah bagi yang mampu, sehingga tidak perlu di paksakan. Majelis Tarjih Muhammadiyah bahkan menghimbau agar saat berhaji tidak meninggalkan utang.
Keyakinnan.        Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Baihaqi.  “Sahabat Thariq berkata, ‘Saya telah mendengar sahabat yang bernama Abdullah ibn Abi Aufa bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seseorang yang tidak sanggup naik haji apakah dia boleh meminjam uang untuk menunaikan haji? Nabi menjawab: “’Tidak!’’’ Masyarakat juga mesti meneliti lembaga yang menawarkan sistem arisan haji, apakah terhubung dengan pendaftaran haji di Kementrian Agama atau tidak. Sehingga tidak tertipu dengan iming iming naik haji cepat.

JILBAB JUSTRU MENYEHATKAN RAMBUT

 JILBAB MENYEHATKAN RAMBUT

Keyakinan, hidayah, takwa.      Sebagai seorang perempuan, menjaga kesehatan rambut sangatlah penting. Karena rambut adalah mahkota bagi muslimah. Setiap muslimah tentunya sangat mandambahkan rambut yang sehat. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan rambut sama pentingnya dengan bagian tubuh yang lainnya. Akan tetapi bagaimana kita bisa menjaga rambut agar tetap sehat seperti yang diinginkan oleh kebanyakan seorang.
Dr.Kurniati Gani mengatakan, untuk menjaga kesehatan rambut para muslimah yang paling penting adalah harus dapa menghindari kondisi lembab. Karena kelembapan di sekitar rambut bisa menyebabkan jamur yang akan dengan mudah tumbuh di kulit kepala kita. Selain itu juga, hindari basah ataupun sehabis keramas ataupun berkeringat sehabis beraktifitas. Sebagai muslimah, rambut biasanya dikerudung jilbab. Nah, kata Kurniati, untuk menjaga kesehatan rambut hindari pemakaian jilbab langsung setelah keramas, kemudian ketika sering beraktifitas usahakan untuk membuka jilbabnya didalam ruang yang tak  terlihat oleh orang lain, agar keringat tadi tidak menimbulkan jamur dikulit kepala kita,“ lanjut alumnus Universitas Hasanudin ini.
Keyakinan, hidayah, takwa.    “Saya pribadi, kalau saya usai sholat dan merasa gerah saya melepas jilbab di tempat wanita untuk memberikan kesegaran rambut yang berkeringat tadi, supaya keringat kita tidak selalu melembabkan  kulit kepala kita,” jelas dokter ahli kulit ini.
Dia mengenaskan muslimah yang berjilbab sama sekali tidak memengaruhi kesehatan rambut, justru rambut terlindungi dari sengatan matahari, sehingga dijamin kesehatannya.




***) ed:hafidz muftisany

JERMAN MELAWAN ISLAMOFOBIA


Arak-arakan demonstran bergerak menuju sebuah kawasan tempat tinggal pengungsi dan imigran pencari suaka di Vorra, Jerman. Sambil berjalan, mereka mengajak warga setempat untuk mendukung nasionalisme Jerman. Mereka pun merusak sejumlah bangunan dikawasan itu. Aksi mereka meninggalkan jejak asap di udara. Pada sebuah dinding, seorang demonstran sempat menggambar Swastika, simbol kebanggan khas Nazi.
Aksi itu bukan satu-satunya. Pada hari yang sama, sekitar 7.500 orang membanjiri jalan-jalan dikota Dresden, Jerman. Di kota itu, demonstran menunjuk Muslim sebagai sasaran kemarahan. Selanjutnya, melalui media sosial Facebook, para pemimpin mereka mengajak masyarakt Jerman untuk bergabung dalam gerakan PEGIDA. Nama itu merupakan akronim berbahasa jerman untuk masyarakat patriotik Eropa menentang Islamisasi Barat.Christine Wirtz, merespons unjuk rasa ini. Dia mengutuk gerombolannya. Menurutnya, gerakan anti Muslim itu sama sekali tidak dibenarkan. “Atas nama pemerintah dan kanselir Jerman. Demikian pula sikap anti-yahudi, rasisme, Jerman. Demikian kata Wirtz seperti dikutip deutsche welle.
Pada hari yang sama, Kanselir Jerman Angela Markel memberi penegasan. Dia pun mengutuk keras serangkaian aksi kerusuhan di beberapa kota itu. Di Nurremberg, pemimpin jerman ini menegaskan, tidak ada tempat untuk kebencian umum di Jerman. Termasuk, apa yang ditujukan kepada imigran dan pencari suaka.
Normalnya, ekspresi publik yang antimigran sangat tabu ditampilkan Jerman negara yang terbuka terhadap segala agama dan kepentingan publik selama tidak menganggu stabilitas Jerman. Merkel menegaskan, sangat membutuhkan keberadaan imigran untuk mengatasi krisis demografi Jerman. Untuk diketahui populasi Jerman terus menyusut dari tahun ke tahun.
Karena.itu roda ekonomi jerman akan tersendat bila tidak ditambah dengan kedatangan imigran. Namun, sering kali para imigran ini dipandang sebelah mata. Sentimen ekonomi maupun meningkatnya kesenjangan budaya antara orang asli Jerman dan pendatang menjadi penyebab.


"ALLAH SELALU MELINDUNGI"

 "ALLAH  SELALU MELINDUNGI"

Tokoh & Pendidikan.     Mungkin agaj jarang menemukan warga kulit putih dari Virginia, Amerika Serikat (AS) menjadi Muslim seperti Sa’ad Laws. Ia hanya anak dari keluarga yang utuh dan harmonis. Keluarga  kecil yang terdiri atas ayah, ibu, dua saudara perempuan, dan seorang saudara laki-laki. Tapi, agama selalu jadi topik aneh dalam obrolan keluarga mereka. Bagi mereka agama adalah urusan  dalam hati masing-masing.
Memasuki masa SMA. Laws menyadari ada yang sedikit berbeda pada dirinya. Ia tidak seperti kebanyakan remaja lain yang mencari makna hidup dengan berkeliaran di jalan. Meski ia bergaul dengan kelompok alternatif, ia tak pernah merasa benar-benar menjadi bagiannya. Mereka membicarkan musik, saling mengejek, dan terkadang menggunakan  narkotika.
Di sisi lain, Laws juga tertarik dengan Black Panters, Medgar Evers, dan  Malcolm X. Meski agak konyol, diakuinya ia terpikir menjadi orang kulit hitam. Saat berada di bangku kelas 11, ia mulai membaca autobiografi Malcolm X yang ia juluki pemimpin tertinggi antikulit putih. Semakin ia baca buku itu, semakin ia masuk dalam cerita hidup Malcolm X.
Tokoh & pendidikan.    Laws menilai Malcolm X sangat luar biasa. Pria yang awalnya bukan siapa siapa menjadi sedemikian berpengaruh dalam sejarah AS. Hingga di bab Makkah,  Laws merasakan sesuatu. Di sana, Malcolm X bercerita ia tak hanya terpengaruh oleh kebaikan Muslim saat berhaji, tapi lebih dari itu, karena Islam itu sendiri. Laws lalu bertanya siapa mereka (Muslim)? Guna memuaskan penasaran, Laws mencari buku tentang buku Islam yang di baca, ia terpukau karena ia menemukan banyak kesamaan: Tuhan itu Esa, Isa adalah nabi dan Rasul.
Saat itu Laws mulai menganggap dirinya Muslim. Jika ditanya apa agamanya, ia akan menjawab Islam meski ia belum resmi mengikrarkan syahadat. Ia sempat merasa naif karena ia tahu Muslim harus shalat, tapi ia tidak tahu bagaimana melakukannya, berapa jumlah rakaatnya dan lain-lain.
Tak ada satupun yang mengajarinya menjadi pemuda yang mengaku sebagai Muslim. Hingga akhirnya, ia agak malu saat ada seorang  temannya yang menegur bagaimana ia mengaku Muslim jika jika tidak ada shalat. Dan akhirnya Laws bisa berbicara dengan pengurus masjid via telepon. Mereka menyambut baik antusiasme Laws terhadap Islam. Sayangngnya, tak ada cara lain untuk bertemu komunitas Muslim yang lebih besar selain datang langsung ke Masjid di Washington. Meminta pihak masjid datang ke rumahnya pun bukan ide cemerlang.
Jika ditanya, lalu apa yang membuat-nya menjadi Muslim? “Itu adalah keinginan Allah SWT. Allah SWT sendiri yang menunjukkan saya jalan ini, “kata dia Laws merasa diselamatkan dari api neraka dan kesia-siaan.




***)nashih nasrullah