Sebelum manusia terbujur kaku, termasuk mereka yang gagah
perkasa dan kaya raya, lalu kain kafan putih menyelimuti dirinya, sebaiknya
mereka merenungkan sabda Rasulullah saw berikut ini, "Bila salah seorang
anak Adam meninggal dunia, maka putuslah segala amal perbuatannya, kecuali tiga
perkara: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shaleh kepada
orang tuanya."
Berdasarkan sabda Rasul itu kita tahu bahwa satu dari
tiga perkara yang bisa dinikmati setiap penghuni alam barzah setelah mereka
mati adalah doa anak shaleh kepada orang tuanya. Hadits itu mempunyai dua
sasaran. Pertama, kepedulian kepada orang lain walaupun sudah berpindah alam.
Kedua, memberi tarbiyah (pendidikan) kepada anak kita agar kelak menjadi anak
shaleh, ingat kepada orang tuanya yang sudah meninggal.
Sebuah pengalaman spiritual tentang hal itu bisa dipetik
dari kitab Irsyadul 'Ibaad, adalah seseorang bermimpi dalam tidurnya melihat
ahli kubur keluar dari liang kuburnya. Mereka memungut sesuatu, namun ia tak mengerti
apa yang mereka pungut. Ia juga terheran-heran karena salah satu dari ahli
kubur itu hanya duduk dan tak ikut memungut.
Lalu ia mendekatinya dan bertanya, "Apa sesungguhnya
yang mereka pungut?" Si ahli kubur itu menjawab, "Mereka memungut
hadiah yang diberikan orang-orang Muslim [yang masih hidup] berupa bacaan
Alquran, sadaqah, dan doa." Orang itu bertanya lagi, "Mengapa Anda
tak ikut memungut?" Si ahli kubur menjawab, "Aku sudah merasa cukup
karena aku sudah dikirimi anakku setiap hari dengan bacaan Alquran. Saat ini
anakku berjualan kue di pasar."
Ketika terjaga, orang yang bermimpi itu bergegas ke
pasar. Ia menemui dan menanyakan apa yang dilakukan si pemuda yang disebut ahli
kubur dalam mimpinya tersebut. "Aku baca Alquran ketika berziarah kubur,
dan aku hadiahkan buat orang tuaku," jawab si pemuda tersebut.
Kisah tersebut mengandung hikmah bahwa doa yang
diharapkan si mati tentunya berasal dari orang yang paling dekat, yakni
anaknya. Ini menjadi bentuk bakti si anak kepada orang tua ketika kedua orang
tua itu sudah meninggal. Tentu saja, si orang tua tidak akan menikmati doa-doa
yang dikirim dari dunia kalau saja anak-anak mereka adalah para pendurhaka. Naudzubillah.
Hari ini kita mendoakan orang tua, besok lusa insya Allah
kita didoakan anak-anak kita yang shaleh. Amien.
Sumber :
Pusat Data Republika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar