Setelah ilmu, kunci berikutnya adalah amal. Tidak akan
berarti ilmu setinggi apapun kalau tidak diaplikasikan dalam bentuk amal.
Ilmu adalah pupuk iman. Iman inilah yang membedakan baik
buruknya seseorang. Tak akan berarti ilmu tahajud, bila kita tidak pernah tahajud.
Tak berarti pula ilmu berenang, kalau kita tidak pernah berenang.
Bila dalam diri kita terpadu ilmu dan amal, pasti kita
akan bangkit menjadi pribadi-pribadi sukses. Sudah menjadi satu keniscayaan,
bila kita selalu mengamalkan ilmu yang didapat, maka Allah SWT akan mewariskan
ilmu-ilmu yang lain.
Tapi sebaliknya, bila kita tidak pernah mengamalkannya,
maka laknat Allah akan datang menimpa. Ilmu tersebut akan jadi bumerang bagi
kita. Ilmu adalah pupuk dan amal adalah pohonnya.
Masalahnya, kita sering mengalami kesulitan untuk
beramal, padahal kita sudah mengetahui ilmunya. Bila ini terjadi ada lima
keberanian yang harus kita miliki.
Pertama, berani bertekad dan bercita-cita. Kedua, berani
berbuat dan memulai, serta tidak menunda-nunda pekerjaan. Ketiga, berani
berkorban dan berani gagal. Keempat, berani menjalani proses. Dan terakhir,
berani untuk selalu mengevaluasi diri.
Sumber :
Pusat Data Republika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar